6 ALASAN JUALAN DI TOKOPEDIA
Anda mungkin bingung dan ragu untuk berjualan online.
Berikut adalah alasan kenapa anda berjualan di Tokopedia.
Check this link
http://jual.tokopedia.com/
posted by Fandy Gumanti
Thursday, December 20, 2012
Wednesday, December 19, 2012
Perjalanan Mencari Investor
Beginilah perjalanan sang pendiri Tokopedia dalam mencari investor oleh William TanuwijayaBisnis internet tidaklah pernah hanya sekedar pengembangan ide dalam wujud sebuah website, dan kemudian secara instan menjadi sukses besar. Logika dasar bisnis dimana “You have to spend money to make money” berlaku juga untuk sebuah bisnis internet dalam skala besar.
Dalam perjalanan Google misalnya, kedua co-founder nya Sergey Brin dan Larry Page sepanjang tahun 1998 berusaha mencari investor yang percaya akan ide mereka. Pada Agustus 1998, mereka baru berhasil mendapatkan cek pertama mereka sebagai modal awal sebesar 100 ribu US Dollar dari Andy Bechtolsheim, salah satu pendiri Sun Microsystems. Sebulan kemudian, pada tanggal 4 September 1998, Google, Inc. akhirnya didirikan dengan dana investasi total senilai 1,1 juta US Dollar. Tidak sampai satu tahun kemudian, pada tanggal 7 Juni 1999, Google, Inc. sudah mendapatkan investasi tambahan sebesar 25 juta US Dollar dari dua perusahaan modal ventura besar, Kleiner Perkins dan Sequoia Capital.
Berdiri pada tahun 2004, Facebook, Inc. mendapatkan investasi pertama mereka senilai 500 ribu US Dollar pada bulan Juni 2004 dari salah satu co-founder PayPal, Peter Thiel. Setahun kemudian Facebook sudah berhasil mendapatkan tambahan investasi senilai 12,7 juta US Dollar dari modal ventura Accel Partners, disusul 27,5 juta US Dollar tambahan lainnya dari Greylock Partners.
Satu kesamaan yang bisa kita lihat dari kisah sukses di balik Google & Facebook adalah mereka tidak hanya sekedar punya ide dan teknologi, tapi juga ada puluhan juta US Dollar dana investasi di tahun pertama perusahaan mereka berdiri.
Itulah sebabnya setelah menemukan ide, selain mencari nama untuk Tokopedia, sepanjang tahun 2008 kami sibuk mencari pihak yang percaya dengan ide tokopedia. Percaya dalam arti bersedia mencurahkan dana investasi besar-besaran untuk realisasi ide tokopedia, tidak hanya sebagai produk, tapi juga sebagai sebuah bisnis besar, sebagai sebuah industri.
posted by Ruth
Tuesday, December 18, 2012
Every End, is a New Beginning
Inilah perjalanan bagaimana Tokopedia bermula oleh pendiri Tokopedia, William Tanuwijaya
Akhir tahun 2007, warteg samping Cyber Building, Jakarta Selatan
Saya sedang menikmati makan siang bersama Leon, Albert, dan Andry. Saat itu saya bekerja sebagai IT & Business Development Manager; Leon sebagai General Manager; sementara Albert dan Andry sebagai web developer di Indocom Group.
Sehari-hari kami bekerja mengembangkan aplikasi sms content, sms broadcasting, dan juga beberapa website pesanan. Ketiga gerak bisnis tersebut kebetulan sedang struggle, hidup tidak, matipun enggan.
Buat yang belum tau beda antara SMS Content dengan SMS Broadcasting, perbedaannya sebagai berikut:
- SMS Content itu SMS berlangganan dimana biaya dikenakan ke penerima SMS. Contohnya SMS REG spasi SOMETHING yang sempat sangat banjir di tayangan televisi; atau juga SMS-SMS yang bersifat quiz, polling, dan sejenisnya.
- SMS Broadcasting adalah SMS berisi informasi, dimana biayanya dikenakan ke pengirim SMS. Contohnya SMS informasi discount dari kartu kredit, SMS informasi dari BANK, dan sejenisnya.
Setiap bulannya bisnis SMS Content harus mengejar komitmen 100 juta rupiah revenue sms / bulan, dengan 50% otomatis menjadi jatah operator. Apabila revenue di bawah itu, otomatis terkena penalty, dimana 50 juta sudah pasti menjadi hak milik dari operator. Belum lagi menghitung biaya iklan yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Fakta banyaknya yang bermain di bisnis sejenis membuat kue kecil dibagi rame-rame, dimana pada akhirnya yang untung sebenarnya hanya operator selular dengan regulasi yang kurang sehat.
Nah, waktu makan siang seperti itu sering kami gunakan sebagai waktu brainstorming. Brainstorming kami pada waktu itu tidak jauh dari apa yang harus kami lakukan untuk menolong perusahaan survive di tengah struggle tersebut. Leon mengajak kami untuk lebih bersemangat lagi mencari client untuk produk SMS Broadcasting lewat telemarketing semampu kami, karena prospek SMS Broadcasting memang lebih baik dari prospek SMS Content. Atau coba gali ide untuk mengembangkan website lain. Waktu itu Leon mengutarakan ide untuk membuat website untuk komunitas musik, atau website untuk share lagu dengan cara yang legal.
Dibanding SMS Content, SMS Broadcasting punya prospek yang lebih baik, pasarnya jelas, dan kebutuhannya ada. Sepanjang 2008 nantinya, saya bersama Leon berusaha mati-matian survive lewat bisnis SMS Broadcasting ini. Hanya saja saya juga menyadari keterbatasan saya yang bukan seorang people person, oleh karenanya saya juga memilih mencoba alternatif pengembangan website, dibanding melakukan telemarketing untuk SMS Broadcasting.
Pada waktu itu saya kebetulan mendapatkan order side-job mengembangkan sebuah website e-commerce. Dan sebenarnya dari masa ke masa banyak sekali order sidejob yang beredar seputaran pengembangan website e-commerce. Wajar, karena pada satu titik tertentu, bisnis offline memang harus berkembang merambah pasar online yang sedemikian luasnya. Hanya saja, side-job side-job tersebut terpaksa saya tolak semua karena memang tidak ada waktu. Saya memilih konsentrasi penuh mengembangkan Indocom Group.
Saat itu saya juga dipercaya sebagai Super Moderator di salah satu forum besar Indonesia. Dan dalam komunitas forum tersebut, salah satu yang paling besar adalah komunitas Jual Beli nya. Hanya saja dalam aktivitas jual-beli lewat forum tersebut, tidak jarang terjadi kasus penipuan. Si korban biasanya mengirimkan pesan pribadi kepada saya untuk meminta pertolongan. Karena fungsi forum pada dasarnya adalah sebagai wadah untuk berdiskusi, bukan wadah untuk bertransaksi online, sayapun tidak bisa membantu banyak selain menasehati untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi online di masa akan datang.
Kombinasi antara kebutuhan dan masalah tersebut, membuat saya menyadari bahwa pasar e-commerce di Indonesia sebenarnya sudah berjalan. Terbersit ide, bagaimana jika ada sebuah website dimana pengunjung bisa membuat website mereka sendiri? Sebuah website yang dilengkapi dengan fungsi transaksi-online dengan mekanisme transaksi yang aman? Ini akan menjadi jawaban untuk semua masalah tadi.
Ide ini kemudian kami bahas di makan-makan siang berikutnya, dan pada akhirnya menyempit menjadi dua ide. Ide mengembangkan website download musik terinspirasi keberhasilan napster, atau ide mengembangkan website commerce terinspirasi keberhasilan amazon. Keduanya sudah booming di dunia sebelum memasuki tahun 2000. Amazon mulai dari tahun 1995, sementara Napster di tahun 1999. Keduanya sekilas seperti ide usang, jauh dari ide orisinil, tapi kami yakin jika dikemas dan disesuaikan dengan habitat pengguna Indonesia, bisa menjadi produk yang luar biasa.
Akhir tahun 2007, di review tahunan kemudian kami membuat presentasi yang intinya mengajak board of directors untuk mempertimbangkan penutupan bisnis SMS Content yang sudah tidak sehat, fokus di SMS Broadcasting, serta mencoba pengembangan area bisnis baru lewat sebuah website yang waktu itu saya namakan belanjaaman.com. Idenya website ini selain dilengkapi fitur transaksi online yang mumpuni, juga dilengkapi fitur interaksi yang terdapat pada situs jejaring sosial pada umumnya. Sementara di sisi bisnisnya diperlukan brand-awarness untuk membuat belanjaaman.com sebagai wadah e-commerce yang diingat pelaku transaksi online di Indonesia sebagai web commerce yang dikelola dengan serius. Untuk itu tentunya dibutuhkan komitmen dana yang besar, karena bisnis internet pada umumnya tidak akan langsung menghasilkan dalam beberapa tahun pertama.
Point-point review tersebut disetujui, board of directors memutuskan untuk tidak melanjutkan bisnis SMS Content, dan akan fokus di bisnis SMS Broadcasting untuk tahun 2008. Sementara untuk ide belanjaaman.com, BOD meminta proposal pematangan ide nya, business plan dan proyeksi kebutuhan dananya untuk mencari investor. Sepanjang tahun 2008, Leon dan saya kemudian akan fokus mati-matian memperjuangkan 2 hal tersebut, yang akan diceritakan di jurnal blog lainnya.
Di Indocom Group saya belajar banyak hal, salah satu paling penting adalah semangat pantang menyerah; tapi juga harus tahu kapan saatnya mundur dari sebuah medan peperangan yang sudah tidak mungkin dimenangkan. Saat menjalankan bisnis SMS Content misalnya di akhir tahun 2006, kami pernah mengadakan satu quiz dengan total dana sebesar 2 Milyar rupiah untuk masa waktu quiz hanya sekitar 4 bulan. Quiz tersebut gagal generate revenue, dan kami merugi total. VF, investor kami pada waktu itu datang di review-meeting waktu itu, beliau mengatakan kurang lebih seperti ini, “Anggap 2 Milyar ini sebagai biaya pelajaran kita, ke depan kita harus lebih baik, dan benar-benar belajar dari kegagalan ini. Kali ini kita gagal, tapi kita jadi lebih maju karena kita sudah lebih berpengalaman.” Hanya orang dengan semangat entrepenuership sejati yang bisa dengan tenang menyadari kegagalan, dan bahkan menjadikannya sebagai pembelajaran.
“Making your mark on the world is hard. If it were easy, everybody would do it. But it’s not. It takes patience, it takes commitment, and it comes with plenty of failure along the way. The real test is not whether you avoid this failure, because you won’t. it’s whether you let it harden or shame you into inaction, or whether you learn from it; whether you choose to persevere.” – Barack Obama
Maka, akhir 2007, satu kegagalan disadari untuk satu pelajaran baru. Seperti siklus kehidupan, ada yang mati (bisnis sms content ditutup), ada yang menjadi dewasa (fokus survive di sms broadcasting), dan selalu ada yang baru lahir (mempertimbangkan ide belanjaaman.com).
Perjalanan tokopedia (belanjaaman) pun dimulai walau masih pada tataran ide, business plan, dan perjuangan mencari investor. Every end is a new beginning!
posted by Jesse Markevin
Monday, December 17, 2012
Apa itu Tokopedia.com ?
Tokopedia.com adalah salah satu jaringan daring terbesar di Indonesia yang dimiliki dan dijalankan oleh PT. Tokopedia.
Tokopedia menyediakan sarana penjualan dari kustomer-ke-kustomer dimana siapa pun bisa membuka toko online yang melayani calon pembeli dari seluruh Indonesia. User, yang kerap disebut tokopediawan, bisa menjual barang baru maupun bekas melalui Tokopedia (walaupun mayoritas produk yang dijual di Tokopedia adalah barang baru yang dijual pada harga yang sudah ditentukan).
Tokopedia menerima pendanaan awal sebesar Rp. 2,5 miliar dari PT. Indonusa Dwitama dan setelah kesuksesan awal, Tokopedia menerima dana investasi lebih lanjut dari East Ventures, perusahaan yang berbasis di Singapura yang fokus terhadap investasi kepada bisnis internet yang sedang berkembang.
Dengan ini, Batara Eto (co-founder dan ex-CTO dari Mixi.jp - situs jejaring sosial terbesar di Jepang), Willson Cuaca (pendiri dari XSago, perusahaan aplikasi mobile berbasis di Singapura), Taiga Matsuyama and Chandra Tjan dari East Ventures sekarang diangkat menjadi anggota Board of Directors Tokopedia.
Kemudian pada tanggal 19 April 2011, pihak Tokopedia mengumumkan bahwa CyberAgent Ventures dari Jepang turut melakukan investasi kepada Tokopedia. Menurut sumber yang didapat dari TechCrunch, DailySocial melaporkan bahwa nilai investasi kali ini adalah sebesar US$700,000.- yang ditukar dengan 10% saham Tokopedia. Dengan ini, valuasi nilai perusahaan Tokopedia per bulan April 2011 itu sudah mencapai nilai US$7,000,000.-
posted by Fandy Gumanti
Tuesday, November 20, 2012
Rahasia Sukses
Ketika saya ditanya orang: “Pak San, menurut anda, apa yang membuat kita menjadi sukses dalam kehidupan ini?” Bila hanya punya waktu 5 menit, maka saya akan memakai cerita pendek ini untuk berbagi:
Pada suatu saat kelima jari tangan saling bertengkar, mempertengkarkan siapa yang terpenting diantara kelimanya, dan masing2 punya argumennya sendiri2:
Ibu jari: Saya yang terpenting, karena saya yang
terbesar, dan saya adalah ibu dari semua jari.
Jari telunjuk: Saya yang terpenting, karena kemanapun saya menunjuk, semua akan mengikuti arah saya.
Jari tengah: Saya yang terpenting, karena kalau tangan kita naikkan keatas, sayalah yang tertinggi.
Jari manis: Oh, tidak, teman2, saya yang terpenting, lihat lah setiap kali ada cincin yang dipakai, saya yang mendapatkannya.
Jari kelingking, karena yang paling kecil, terpaksa terdiam dan berpikir agak lama, akhirnya berkata: Sebenarnya sayalah yang terpenting, karena kalau kalian menyatukan tangan dan mengarahkan tangan sembahyang kearah Tuhan, saya sang kelingkinglah yang terdekat dengan Nya.
Jempol atau ibu jari, melambangan sikap, atau attitude. Kita harus mempunyai semangat tinggi dan sikap positip dalam menjalani kehidupan. Kesuksesan hanyalah kemampuan kita melewati kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan antusiasme kita. Keberanian dan sikap mental pantang menyerah merupakan kekuatan kita untuk menjadi sukses.
Telunjuk melambangkan arah atau direction. Tanpa arah kehidupan, kita akan sulit bergerak maju dengan cepat. Tujuan kehidupan, goals, harus kita tetapkan. Pada suatu titik manapun pada kehidupan kita, kita harus tau apa yang ingin kita capai, bahwa suatu saat akan berubah, itu sah sah saja, yang penting kita tidak boleh bekerja tanpa sebuah arah yang jelas.
Jari tengah melambangkan komunikasi, bagaimana kita membuat network kita menjadi efektip, bagaimana melayani orang, bagaimana memimpin, bagaimana mempersuasi orang lain. Softskill kita menjadi kunci dalam hubungan antar manusia. Dalam dunia yang semakin terhubung ini, kemampuan komunikasi menjadi semakin penting.
Berbuat lebih, dilambangkan dengan jari manis. Sweetness, kemauan untuk melakukan ABCD (Above and Beyond the Call of Duty), berbuat lebih dari yang diharapkan orang lain, akan membuat kita menjadi berbeda dan punya keunggulan komparatip. Menjadi “cukup” sudah tidak lagi memadai, menjadi “lebih” jadi sebuah keharusan untuk sukses.
Jadi kelingking, melambangkan knowledge and skills, kompetensi atau kemampuan kita dalam bekerja. Dalam persaingan yang tajam, kita haruslah mampu bersaing dengan semua pihak. Ilmu dan keahlian kita diadu, kreatifitas kita di uji. Kompetensi tidak dapat digantikan dengan sikap, karena ilmu adalah sebuah keharusan. Stategi yang jitu akan membuat kita menjadi lebih mudah mendaki tangga sukses.
Kelima jari ini menjadi kunci sukses kita: Attitude, Direction, Communication, Sweetness, Knowledge&Skills. Setiap orang haruslah memperbaiki dan mempertajam kelima elemen ini: Sikap kita akan membantu kita lebih positip dalam bertindak; Arah akan membuat kita tahu akan kemana; Komunikasi akan memperlancar hubungan antar sesama kita; Kemauan berbuat lebih akan mempermudah jalan sukses kita; dan Kompetensi akan menjadi poros energi sukses kita. Kelima elemen ini semuanya harus bersatu untuk membuat kita menjadi sukses.
*Banyak orang menganggap ada "rahasia sukses": semangat saja, kuliah S2 saja, pintar saja, koneksi saja, atau apa saja. Tapi sebenarnya dibutuhkan ketepatan kombinasi dari banyak hal untuk mampu menciptakan sukes. Kerja keras, pengalaman, kerja cerdas, kesempatan, dan kemampuan yang tepat. Semuanya merupakan kombinasi yang diperlukan.
*Tanadi Santoso
Pada suatu saat kelima jari tangan saling bertengkar, mempertengkarkan siapa yang terpenting diantara kelimanya, dan masing2 punya argumennya sendiri2:
Ibu jari: Saya yang terpenting, karena saya yang
terbesar, dan saya adalah ibu dari semua jari.
Jari telunjuk: Saya yang terpenting, karena kemanapun saya menunjuk, semua akan mengikuti arah saya.
Jari tengah: Saya yang terpenting, karena kalau tangan kita naikkan keatas, sayalah yang tertinggi.
Jari manis: Oh, tidak, teman2, saya yang terpenting, lihat lah setiap kali ada cincin yang dipakai, saya yang mendapatkannya.
Jari kelingking, karena yang paling kecil, terpaksa terdiam dan berpikir agak lama, akhirnya berkata: Sebenarnya sayalah yang terpenting, karena kalau kalian menyatukan tangan dan mengarahkan tangan sembahyang kearah Tuhan, saya sang kelingkinglah yang terdekat dengan Nya.
Jempol atau ibu jari, melambangan sikap, atau attitude. Kita harus mempunyai semangat tinggi dan sikap positip dalam menjalani kehidupan. Kesuksesan hanyalah kemampuan kita melewati kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan antusiasme kita. Keberanian dan sikap mental pantang menyerah merupakan kekuatan kita untuk menjadi sukses.
Telunjuk melambangkan arah atau direction. Tanpa arah kehidupan, kita akan sulit bergerak maju dengan cepat. Tujuan kehidupan, goals, harus kita tetapkan. Pada suatu titik manapun pada kehidupan kita, kita harus tau apa yang ingin kita capai, bahwa suatu saat akan berubah, itu sah sah saja, yang penting kita tidak boleh bekerja tanpa sebuah arah yang jelas.
Jari tengah melambangkan komunikasi, bagaimana kita membuat network kita menjadi efektip, bagaimana melayani orang, bagaimana memimpin, bagaimana mempersuasi orang lain. Softskill kita menjadi kunci dalam hubungan antar manusia. Dalam dunia yang semakin terhubung ini, kemampuan komunikasi menjadi semakin penting.
Berbuat lebih, dilambangkan dengan jari manis. Sweetness, kemauan untuk melakukan ABCD (Above and Beyond the Call of Duty), berbuat lebih dari yang diharapkan orang lain, akan membuat kita menjadi berbeda dan punya keunggulan komparatip. Menjadi “cukup” sudah tidak lagi memadai, menjadi “lebih” jadi sebuah keharusan untuk sukses.
Jadi kelingking, melambangkan knowledge and skills, kompetensi atau kemampuan kita dalam bekerja. Dalam persaingan yang tajam, kita haruslah mampu bersaing dengan semua pihak. Ilmu dan keahlian kita diadu, kreatifitas kita di uji. Kompetensi tidak dapat digantikan dengan sikap, karena ilmu adalah sebuah keharusan. Stategi yang jitu akan membuat kita menjadi lebih mudah mendaki tangga sukses.
Kelima jari ini menjadi kunci sukses kita: Attitude, Direction, Communication, Sweetness, Knowledge&Skills. Setiap orang haruslah memperbaiki dan mempertajam kelima elemen ini: Sikap kita akan membantu kita lebih positip dalam bertindak; Arah akan membuat kita tahu akan kemana; Komunikasi akan memperlancar hubungan antar sesama kita; Kemauan berbuat lebih akan mempermudah jalan sukses kita; dan Kompetensi akan menjadi poros energi sukses kita. Kelima elemen ini semuanya harus bersatu untuk membuat kita menjadi sukses.
*Banyak orang menganggap ada "rahasia sukses": semangat saja, kuliah S2 saja, pintar saja, koneksi saja, atau apa saja. Tapi sebenarnya dibutuhkan ketepatan kombinasi dari banyak hal untuk mampu menciptakan sukes. Kerja keras, pengalaman, kerja cerdas, kesempatan, dan kemampuan yang tepat. Semuanya merupakan kombinasi yang diperlukan.
*Tanadi Santoso
Subscribe to:
Posts (Atom)
